Translate in your language

Selasa, 29 Maret 2016

How to Make Bread Toast

The Materials :

1. Some white bread

2. Margarine

3. Liquid milk

4. Brown Messes


The Steps :

First, take two pieces of bread and spread with butter, then otherwise spread with white milk and sprinkle chocolate messes 

Next, coat the bread that had been smeared with an empty
 bread

After that, place the breads in the toaster 

Then, close the toaster and wait for 2 minutes 

After that, open the toaster and put the breads Into

Now, toast
s are ready to serve

Pidato Kedisiplinan

Kedisiplinan mungkin adalah momok bagi kita, jika kita tidak terbiasa melakukannya. Sebenarnya, banyak hal positif yang bisa kita ambil dari sikap disiplin diri yang kita miliki. Kehidupan kita akan lebih teratur, kebersihan terjaga, dan semua kegiatan kita akan lebih terarah.
Coba bayangkan jika kita tidak memiliki disiplin diri yang baik. Apalagi teman-teman sebagai pelajar, jika kita tidak memiliki disiplin diri, semua kegiatan kita akan berantakan, banyak tugas yang tidak terselesaikan, dan tidak bisa memanfaatkan waktu dengan baik untuk belajar, sehingga nilai akademik kita juga akan turun.
Sebenarnya ada berbagai macam cara yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan disiplin diri kita. Yang paling utama adalah menentukan target dan memerangi rasa malas. Kita juga bisa mengambil beberapa langkah kecil yang konsisten sebagai langkah awal kedisiplinan diri. Memang kita tidak besa melakukannya hanya dalam waktu sekejap saja. Menumbuhkan kedisiplinan diri memerlukan waktu yang lama dan konsisten. Kita berusaha agar kita tidak tergoda lagi untuk melakukan tindakan yang tidak disiplin. Hal-hal kecil ibu bisa kita mulai dari kegiatan sehari-hari dirumah. Misalnya bangun pagi pukul 5. Kita harus selalu berusaha bangun jam 5 stiap hari. Entah apa yang akan kita lakukan setelah itu, tidak jadi masalah. Kita bisa atur alarm jam untuk membantu kita melaksanakan hal itu.

Kebiasaan menunda pekerjaan juga merupakan salah satu kebiasaan yang tidak disiplin. Terlebih lagi, jika kita sebagai pelajar, kebiasaan kita menunda pekerjaan atau tugas sekolah akan merugikan diri sendiri. Jika waktunya sudah mepet, kita akan kesulitan untuk menyelesaikan tugas yang harus kita selesaikan. Kebisaan menunda-nunda ini sebaiknya segera kita atasi. Kita bisa membuat daftar pekerjaan yang akan kita selesaikan menurut skala prioritas. Kita harus menempatkan tugas yang harus secepatnya kita selesaikan pada daftar yang paling atas. Kemudian, mengurutkannya dengan prioritas selanjutnya. Dengan cara ini, kita bisa menyelesaikan tugas-tugas kita tepat waktu.

Untuk membantu kita menumbuhkan rasa disiplin diri, kita perlu seseorang sebagai pembimbing kita, misalnya orang tua kita atau teman kita yang bisa kita percaya. Orang tua kita akan membantu kita untuk bersikap disiplin. Orang tua kita yang akan selalu untuk mengingatkan kita untuk bangun tepat waktu. Orang tua kita yang akan mengingatkan kita untuk selalu menjaga kebersihan, pulang sekolah tepat waktu, dan belajar setiap hari. Untuk teman kita di sekolah, kita bisa memintanya untuk membantu kita membuat daftar tugas yang harus kita selesaikan terlebih dahulu.

Memang sulit untuk menjadi disiplin. Apalagi kita telah lama dimanjakan dengan banyak hal yang melenakan kita dan membuat kita nyaman dengan kebiasaan bermalas-malasan, misalnya kebiasaan menonton televisi dalam waktu yang lama. Kita bisa menghindarinya dengan cara membatasi waktu menonton TV. Usahakan untuk hanya menonton program acara yang bermanfaat. Untuk lebih melatih kedisiplinan kita, kita bisa membuat jadwal kita sehari-sehari dan menempelkannya, sehingga kita akan punya jadwal pasti untuk mengerjakan tugas, menonton TV, dan bermain.

Hanya ini yang bisa saya sampaikan. Semoga kita bisa mengambil hikmahnya untuk meningkatkan disiplin diri kita lebih baik lagi. Terimakasih.

New Evolution of Fried Rice Chicken

Ingredients     :
·                Some rice
·                Several Tomatoes and Cucumber
·                Masako
·                A pack of sattered chili
·                Chili, Onion
·                5 eggs
·                Butter

Tools   :
·                Stove
·                Plates, glasses, bowl, knife, & knife
·                Pan
·                Chopping block

Steps   :
1.             Heat the butter, enter the spices that have been mashed,
2.             Enter  the egg, and mix that,
3.             Put chili and onion,
4.             Add rice, mix them,
5.             Add soybean, masako, saori & salt,
6.             Stir it until mixed perfectly,
7.             Shape it with bowl,
8.      Put onto plates and Give some fried onion, cut chicken, tomatoes & cucumber.

Nama Latin Tumbuhan

Rambutan (Nephelium lappaceum)

Ceri (Cerasus)

Pepaya (Carica papaya)

Jeruk (Citrus)

Mawar (Rosa)

Jambu Air (Syzygium aqueum)

Bunga Kertas (Bougainvilea)

Tapak Liman (Elephantus scaber)

Melati (Jasminum)

Terung (Solanum melongena)

Belimbing Sayur (Averrhoa blimbi)

Salam (Syzygium polyantum)

Kacang Hijau (Vigna radiata)

Mangga (Mangifera indica)

Singkong (Manihot utilissima)

Sirih Merah (Piper  ornatum)

Kembang Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis)

Kangkung (Ipomoea aquatica)

Bunga Terompet (Brugmansia)

Katuk (Sauropus androaynus)

My Dad

My Dad’s name is Darmawardi, his nick name is Edi, his age is 40th, and my Dad’s job is Laborer in Chevron.

 My Dad’s body is tall and big. My Dad has a curly short but heavy hair, and my Dad have a thin mustache. My Dad always angry with me if naughty, he always takes us to round Dumai city in Saturday night. My Dad always tech me about attitude.


 My Dad’s hobby is sport specially volleyball, long time ago he always play volleyball in volleyball field behind my house. When my Dad single, he often enters the volleyball match everywhere. My Dad’s job is Laborer in Chevron, he was always quarreling with his superiors. My Dad goes to the Office at 06:30 AM, and goes home at 04:00 PM, he break at 12:00 AM, and come back to Office at 01:00 PM. My Dad was a hard worker for his family.

Metode Ilmiah

Metode Ilmiah : Metode Ilmiah merupakan langkah atau tahap yang teratur dan sistematis yang digunakan dalam memecahkan suatu masalah ilmiah. Metode tersebut berawal dari adanya permasalahan yang diperoleh dari pengamatan terhadap gejala-gejala (fenomena) yang terjadi pada suatu objek pengamatan, misalnya terjadi perkaratan besi.
Langkah-Langkah Prosedur Metode Ilmiah :
1.    Merumuskan Masalah
Yang akan diteliti dan dipecahkan tentunya berawal dari sebuah masalah. Masalah biasanya berupa pertanyaan ilmiah yang harus dijawab dengan melakukan sebuah percobaan dan penelitian secara ilmiah. Dengan merumuskan masalah, anda telah memahami hal yang akan diteliti dengan langkah metode ilmiah.
2.    Menyusun Hipotesis
Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap masalah yang masih bersifat praduga karena masih harus dibuktikan kebenarannya, jadi dalam langkah kedua ini anda diperlukan untuk membuat dugaan tentang jawaban dari masalah anda sendiri berdasarkan bukti-bukti dan fakta-fakta yang ada. Selanjutnya benar atau tidaknya hipotesa anda harus dibuktikan dengan serangkaian percobaan atau penelitian.
3.    Melaksanakan Penelitian Ilmiah
Setelah anda menyusun hipotesis mengenai masalah yang akan anda pecahkan, selanjutnya anda bisa memulai penelitian yang bertujuan untuk menguji kebenaran dari hipotesa anda. Dalam penelitian anda bisa melaksanakan di laboratorium dengan pedoman keselamatan di ruang laboratorium, namun hal tersebut bergantung pada masalah apa yang akan di pecahkan bila di luar maka di luar laboratorium dengan mengetahui pedoman tersebut.
4.    Mengumpulkan Data dari Hasil Penelitian
Saat penelitian dilaksanakan, anda harus mengamati dengan seksama kemudian setelah itu anda harus mengumpulkan data-data tersebut sebagai data penelitian dan harus disusun dengan baik, dengan begitu data yang anda dapatkan akurat. Data yang didapatkan bisa data yang berupa angka (Kuantitatif) atau data yang berupa pengamatan indera tanpa satuan ukur. Dalam suatu eksperimen di kenal adanya variabel dan pembanding, variabel merupakan faktor yang mempengaruhi percobaan, sedangkan pembanding adalah suatu perangkat percobaan. Berikut variabel yang terdapat 4 macam: Variabel Kontrol, merupakan faktor yang dibuat sama Variabel Bebas, merupakan faktor yang sengaja diubah Variabel Terikat, merupakan faktor yang dipengaruhi oleh variabel bebas dan variabel kontrol. Variabel Pengganggu, merupakan faktor yang dapat mempengaruhi hasil percobaan. Data yang anda kumpulkan tadi, selanjutnya bisa disusun dalam bentuk uraian (deskripsi), tabel, maupun grafik.


5.    Mengolah dan Menganalisis Data
Kelompokkanlah data yang tadi anda kumpulkan dari hasil penelitian atau percobaan, kemudian susun sesuai dengan jenis atau keperluan penelitian. Analisalah data-data tersebut dan selanjutnya, anda bisa mengecek apakah hipotesa yang anda buat tadi sesuai atau malah bertentangan dengan hasil yang telah didapat. Apabila hipotesis yang anda buat tadi bersesuaian dengan hasil pengamatan, maka hipotesis diterima, apabila tidak maka sebaliknya, hipotesis ditolak. Jika hipotesis anda ditolak, maka belum tentu anda gagal. Akan tetapi ada masalah yang belum dapat terjawab dari percobaan yang anda lakukan. Oleh karenanya perlu dilakukan penelitian ulang dengan cara memperbaiki hipotesis.
6.    Membuat Kesimpulan
Kesimpulan merupakan pernyataan yang merangkum apa yang sudah anda lakukan selama kegiatan penelitian. Hasil penelitian perlu dibahas apakah mendukung hipotesis yang semula anda buat sesuai atau tidak.

Contoh Langkah-Langkah Prosedur Metode Ilmiah dalam Kehidupan Sehari-Hari :
1.    Merumuskan Masalah
Mengapa jika kulit kita terkena bulu pada ulat menjadi gatal. Zat apa tang terkandung dalam bulu ulat sehingga menyebabkan kulit menjadi gatal dan melepuh. Apakah ulat bulu membahayakan bagi kesehatan kita selanjutnya? Bagaimana cara menghilangkan gatal bila sudah terlanjur terkena ulat bulu.
2.    Menyusun Hipotesis
Zat yang terdapat pada ulat bulu adalah protein asing protein asing yang bersentuhan dengan permukaan kulit manusia akan di tangkap oleh sel2 imun dan dianggap sebagai "musuh" sehingga dikeluarkannya "senjata" oleh sel-sel imun yang berupa senyawa disebut histamin. Histamin itulah yang menyebabkan kulit ke merah-merahan, bentol dan gatal.
3.    Melaksanakan Penelitian Ilmiah
Menguji zat yang ada pada ulat bulu, dan mencatat hasilnya.
4.    Mengumpulkan Data dari Hasil Penelitian
Setelah mendapatkan hasil dari penelitian dari zat yang terdapat pada ulat bulu, kita mencari data-data lain tentang zat racun dalam ulat bulu.
5.    Mengolah dan Menganalisis Data
Setelah kita mendapat semua data yang kita inginkan tentang zat racun dalam ulat bulu, kita olah semua data dan menganalisisnya.
6.    Membuat Kesimpulan
Setelah kita mengolah dan menganalisis semua data yang kita punya tentang  zat racun dalam ulat bulu, kita buat rangkuman dari semua data yang kita punya.

Sangkuriang

Awalnya diceritakan di kahyangan ada sepasang dewa dan dewi yang berbuat kesalahan, maka oleh Sang Hyang Tunggal mereka dikutuk turun ke bumi dalam wujud hewan. Sang dewi berubah menjadi babi hutan (celeng) bernama celeng Wayung Hyang, sedangkan sang dewa berubah menjadi anjing bernama si Tumang. Mereka harus turun ke bumi menjalankan hukuman dan bertapa mohon pengampunan agar dapat kembali ke wujudnya menjadi dewa-dewi kembali.
Diceritakan bahwa Raja Sungging Perbangkara tengah pergi berburu. Di tengah hutan Sang Raja membuang air seni yang tertampung dalam daun caring (keladi hutan), dalam versi lain disebutkan air kemih sang raja tertampung dalam batok kelapa. Seekor babi hutan betina bernama Celeng Wayung Hyang yang tengah bertapa sedang kehausan, ia kemudian tanpa sengaja meminum air seni sang raja tadi. Wayung Hyang secara ajaib hamil dan melahirkan seorang bayi yang cantik, karena pada dasarnya ia adalah seorang dewi. Bayi cantik itu ditemukan di tengah hutan oleh sang raja yang tidak menyadari bahwa ia adalah putrinya. Bayi perempuan itu dibawa ke keraton oleh ayahnya dan diberi nama Dayang Sumbi alias Rarasati. Dayang Sumbi tumbuh menjadi gadis yang amat cantik jelita. Banyak para raja dan pangeran yang ingin meminangnya, tetapi seorang pun tidak ada yang diterima.
Akhirnya para raja saling berperang di antara sesamanya. Dayang Sumbi pun atas permintaannya sendiri mengasingkan diri di sebuah bukit ditemani seekor anjing jantan yaitu Si Tumang. Ketika sedang asyik menenun kain, torompong (torak) yang tengah digunakan bertenun kain terjatuh ke bawah bale-bale. Dayang Sumbi karena merasa malas, terlontar ucapan tanpa dipikir dulu, dia berjanji siapa pun yang mengambilkan torak yang terjatuh bila berjenis kelamin laki-laki, akan dijadikan suaminya, jika perempuan akan dijadikan saudarinya. Si Tumang mengambilkan torak dan diberikan kepada Dayang Sumbi. Akibat perkataannya itu Dayang Sumbi harus memegang teguh persumpahan dan janjinya, maka ia pun harus menikahi si Tumang. Karena malu, kerajaan mengasingkan Dayang Sumbi ke hutan untuk hidup hanya ditemani si Tumang. Pada malam bulan purnama, si Tumang dapat kembali ke wujud aslinya sebagai dewa yang tampan, Dayang Sumbi mengira ia bermimpi bercumbu dengan dewa yang tampan yang sesungguhnya adalah wujud asli si Tumang. Maka Dayang Sumbi akhirnya melahirkan bayi laki-laki yang diberi nama Sangkuriang. Sangkuriang tumbuh menjadi anak yang kuat dan tampan.
Akhirnya para raja saling berperang di antara sesamanya. Dayang Sumbi pun atas permintaannya sendiri mengasingkan diri di sebuah bukit ditemani seekor anjing jantan yaitu Si Tumang. Ketika sedang asyik menenun kain, torompong (torak) yang tengah digunakan bertenun kain terjatuh ke bawah bale-bale. Dayang Sumbi karena merasa malas, terlontar ucapan tanpa dipikir dulu, dia berjanji siapa pun yang mengambilkan torak yang terjatuh bila berjenis kelamin laki-laki, akan dijadikan suaminya, jika perempuan akan dijadikan saudarinya. Si Tumang mengambilkan torak dan diberikan kepada Dayang Sumbi. Akibat perkataannya itu Dayang Sumbi harus memegang teguh persumpahan dan janjinya, maka ia pun harus menikahi si Tumang. Karena malu, kerajaan mengasingkan Dayang Sumbi ke hutan untuk hidup hanya ditemani si Tumang. Pada malam bulan purnama, si Tumang dapat kembali ke wujud aslinya sebagai dewa yang tampan, Dayang Sumbi mengira ia bermimpi bercumbu dengan dewa yang tampan yang sesungguhnya adalah wujud asli si Tumang. Maka Dayang Sumbi akhirnya melahirkan bayi laki-laki yang diberi nama Sangkuriang. Sangkuriang tumbuh menjadi anak yang kuat dan tampan.
Sangkuriang ketakutan dan lari meninggalkan rumah. Dayang Sumbi yang menyesali perbuatannya telah mengusir anaknya, mencari dan memanggil-manggil Sangkuriang ke hutan memohonnya untuk segera pulang, akan tetapi Sangkuriang telah pergi. Dayang Sumbi sangat sedih dan memohon kepada Sang Hyang Tunggal agar kelak dipertemukan kembali dengan anaknya. Untuk itu Dayang Sumbi menjalankan tapa dan laku hanya memakan tumbuh-tumbuhan dan sayuran mentah (lalapan). Sangkuriang sendiri pergi mengembara mengelilingi dunia. Sangkuriang pergi berguru kepada banyak pertapa sakti, sehingga Sangkuriang kini bukan bocah lagi, tetapi telah tumbuh menjadi seorang pemuda yang kuat, sakti, dan gagah perkasa. Setelah sekian lama berjalan ke arah timur akhirnya sampailah di arah barat lagi dan tanpa sadar telah tiba kembali di tempat Dayang Sumbi, ibunya berada. Sangkuriang tidak mengenali bahwa putri cantik yang ditemukannya adalah Dayang Sumbi - ibunya. Karena Dayang Sumbi melakukan tapa dan laku hanya memakan tanaman mentah, maka Dayang Sumbi menjadi tetap cantik dan awet muda. Dayang Sumbi pun mulanya tidak menyadari bahwa sang ksatria tampan itu adalah putranya sendiri. Lalu kedua insan itu berkasih mesra. Saat Sangkuriang tengah bersandar mesra dan Dayang Sumbi menyisir rambut Sangkuriang, tanpa sengaja Dayang Sumbi mengetahui bahwa Sangkuriang adalah putranya, dengan tanda luka di kepalanya, bekas pukulan sendok Dayang Sumbi. Walau demikian Sangkuriang tetap memaksa untuk menikahinya. Dayang Sumbi sekuat tenaga berusaha untuk menolak. Maka ia pun bersiasat untuk menentukan syarat pinangan yang tak mungkin dipenuhi Sangkuriang. Dayang Sumbi meminta agar Sangkuriang membuatkan perahu dan telaga (danau) dalam waktu semalam dengan membendung sungai Citarum. Sangkuriang menyanggupinya.
Maka dibuatlah perahu dari sebuah pohon yang tumbuh di arah timur, tunggul/pokok pohon itu berubah menjadi gunung Bukit Tanggul. Rantingnya ditumpukkan di sebelah barat dan menjadi Gunung Burangrang. Dengan bantuan para guriang (makhluk halus), bendungan pun hampir selesai dikerjakan. Tetapi Dayang Sumbi memohon kepada Sang Hyang Tunggal agar niat Sangkuriang tidak terlaksana. Dayang Sumbi menebarkan helai kain boeh rarang (kain putih hasil tenunannya), maka kain putih itu bercahaya bagai fajar yang merekah di ufuk timur. Para guriang makhluk halus anak buah Sangkuriang ketakutan karena mengira hari mulai pagi, maka merekapun lari menghilang bersembunyi di dalam tanah. Karena gagal memenuhi syarat Dayang Sumbi, Sangkuriang menjadi gusar dan mengamuk. Di puncak kemarahannya, bendungan yang berada di Sanghyang Tikoro dijebolnya, sumbat aliran sungai Citarum dilemparkannya ke arah timur dan menjelma menjadi Gunung Manglayang. Air Talaga Bandung pun menjadi surut kembali. Perahu yang dikerjakan dengan bersusah payah ditendangnya ke arah utara dan berubah wujud menjadi Gunung Tangkuban Perahu.
Sangkuriang terus mengejar Dayang Sumbi yang lari menghindari kejaran anaknya yang telah kehilangan akal sehatnya itu. Dayang Sumbi hampir tertangkap oleh Sangkuriang di Gunung Putri dan ia pun memohon kepada Sang Hyang Tunggal agar menyelamatkannya, maka Dayang Sumbi pun berubah menjadi setangkai bunga jaksi. Adapun Sangkuriang setelah sampai di sebuah tempat yang disebut dengan Ujung berung akhirnya menghilang ke alam gaib (ngahiyang).

Pengertian Legenda

Legenda (bahasa Latin: legere) adalah cerita prosa rakyat yang dianggap oleh yang mempunyai cerita sebagai sesuatu yang benar-benar terjadi. Oleh karena itu, legenda sering kali dianggap sebagai "sejarah" kolektif (folk history). Walaupun demikian, karena tidak tertulis, maka kisah tersebut telah mengalami distorsi sehingga sering kali jauh berbeda dengan kisah aslinya. Oleh karena itu, jika legenda hendak dipergunakan sebagai bahan untuk merekonstruksi sejarah, maka legenda harus dibersihkan terlebih dahulu bagian-bagiannya dari yang mengandung sifat-sifat folklor
Menurut Buku Sari Kata Bahasa Indonesia, Legenda adalah cerita rakyat zaman dahulu berkaitan dengan peristiwa dan asal usul terjadinya suatu tempat. Contohnya: Sangkuriang, Batu Menangis, dan Legenda Pulau Giliraja.
Menurut Pudentia, legenda adalah cerita yang dipercaya oleh beberapa penduduk setempat benar-benar terjadi, tetapi tidak dianggap suci atau sakral yang juga membedakannya dengan mite. Dalam KBBI 2005, legenda adalah cerita rakyat pada zaman dahulu yang ada hubungannya dengan peristiwa sejarah. Menurut Emeis, legenda adalah cerita kuno yang setengah berdasarkan sejarah dan yang setengah lagi berdasarkan angan-angan. Menurut William R. Bascom, legenda adalah cerita yang mempunyai ciri-ciri yang mirip dengan mite, yaitu dianggap benar-benar terjadi, tetapi tidak dianggap suci. Menurut Hooykaas, legenda adalah dongeng tentang hal-hal yang berdasarkan sejarah yang mengandung sesuatu hal yang ajaib atau kejadian yang menandakan kesaktian.

Larangan Pergaulan Bebas dan Perbuatan Zina “Manfaat dan Hikmah Menjauhi Pergaulan Bebas dan Larangan Mendekati Zina”

Hikmah Menjauhi Pergaulan Bebas dan Larangan Mendekati Zina :
       Sebagai upaya untuk menciptakan kehidupan rumah tangga yang harmonis.
       Dapat memelihara kesucian jasmani dan rohani secara baik dan terhormat.
       Dapat menjaga kesehatan jasmani dari berbagai penyakit yang membahayakan kehidupan.
       Dapat menciptakan generasi yang baik, bersih, dan suci lahir batin.
       Kehidupan masyarakat terbebas dari fitnah-fitnah, dan laknat Allah SWT.

Manfaat Menjauhi Pergaulan Bebas dan Larangan Mendekati Zina :
     Terhindar dari penyakit kelamin.
     Terhindar dari perbuatan dosa.
     Terhindar  dari penyakit HIV/AIDS.
     Terjaganya nama baik keluarga.
     Terhindar dari aib memalukan.
     Jiwa dan raga tetap bersih.

ETIKA PERGAULAN ISLAMI
Artinya :     “Dari Ibnu Abbas; bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita (yang bukan mahramnya), dan janganlah seorang wanita bepergian kecuali bersama mahramnya” (HR Ahmad)
Jika dua orang berbeda jenis  kelamin berduaan (Khlawat) maka yang ketiga adalah Syaitan (Hadis).

Kumpulan Puisi

Telalu Cepat
Jaraknya dari kepala hanya beberapa langkah dihati
belum hilang keringat bercucur didahi masih basah dan dingin
tangan kaki masih goyah bibirpun gemetar
mengapa diulang?
mengapa terulang?
inikah dosa?
inikah coba?
Tak hendak nurani mengumpat
tak hendak jiwa berteriak
menghujampun melukai diri
buat apa?
untuk apa?
tanya dalam hati
simak dalam kasih
semua tanpa pinta tanpa balas
dari sini tetap disini
kau tahu dimana tempatku dinaungi
dalam keridhoan tak berperi
dan …
terlalu cepat aliran darah diakhiri
aku pasrah.

Menanti Rindu Nyata:

Melewatkanmu di lembar hari
berhenti pada sebuah senyuman yang pernah kau lukiskan
di sudut hati yang sunyi ku merindukannya lagi
senja yang selalu di temani jingga, kini tak ku lihat jua
hanya langit kelabu berhampar rindu
ingin ku terbang mencarimu, namun sayapku patah dan lelah karenamu
kini ku hanyut dalam harap terbawa arus menempuh samudra
bermuara mencari rindu yang nyata
andai kau lihat, deras mengalir sungai kecil d sudut mata
menanti rindu tak kunjung jua.

Kewirausahaan

Pengertian Kewirausahaan
Pengertian kewirausahaan secara umum adalah kewirausahaan adalah suatu proses dalam mengerjakan sesuatu yang baru atau kreatif dan berbeda (inovatif) yang bermanfaat dalam memberikan nilai lebih.
Menurut Drs. Joko Untoro bahwa kewirausahaan adalah suatu keberanian untuk melakukan upaya upaya memenuhi kebutuhan hidup yang dilakukan oleh seseorang, atas dasar kemampuan dengan cara manfaatkan segala potensi yang dimiliki untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya dan orang lain.
Dalam buku Entrepreneurial Finance oleh J.Leach Ronald Melicher bahwa kewirausahaan adalah sebuah proses dalam mengubah ide menjadi kesempatan komersial dan menciptakan nilai (harga) "Process of changing ideas into commercial opportunities and creating value"
Dalam buku Entrepreneurship: Determinant and Policy in European-Us Comparison bahwa kewirausahaan adalah proses mempersepsikan, menciptakan, dan mengejar peluang ekonomi "process of perceiving, creating, and pursuing economic opportunities". Akan tetapi dikatakan dalam buku tersebut, bahwa proses dari kewirausahaan itu sendiri sulit untuk diukur.
Menurut Bapak Eddy Soerianto Soegoto bahwa kewirausahaan atau entrepreneurship adalah usaha kreatif yang dibangun berdasarkan inovasi untuk menghasilkan sesuatu yang baru, memiliki nilai tambah, memberi manfaat, menciptakan lapangan kerja dan hasilnya berguna bagi orang lain.
Pengertian kewirausahaan menurut Ahmad Sanusi (1994) kewirausahaan adalah suatu nilai yang diwujudkan dalam perilaku yang dijadikan sumber daya, tenaga penggerak, tujuan, siasat, kiat, proses, dan hasil bisnis.
Pengertian kewirausahaan menurut bapak Soeharto Prawiro (1997) adalah suatu nilai yang dibutuhkan untuk memulai usaha dan mengembangkan usaha.
Pengertian kewirausahaan menurut Drucker (1959) bahwa kewirausahaan adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda.
Pengertian kewirausahaan menurut Zimmerer (1996) adalah suatu proses penerapan kreativitas dan keinovasian dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan usaha.
Pengertian kewirausahaan menurut Siswanto Sudomo (1989) Kewirausahaan atau entrepreneurship adalah segala sesuatu yang penting mengenai seorang wirausaha, yakni orang yang memiliki sifat bekerja keras dan berkorban, memusatkan segala daya dan berani mengambil risiko untuk mewujudkan gagasannya.

Faktor Penyebab Keberhasilan dan Kegagalan Berwirausaha
Sebelum merintis usaha baru ada baiknya calon pengusaha mengetahui faktor-faktor keberhasilan dan kegagalan usaha yang akan ditekuninya. Dengan mengetahui faktor keberhasilan dan kegagalan usaha maka calon pengusaha dapat membuat suatu rencana untuk mengantisipasi dan menindaklanjuti apabila terjadi hal-hal di luar perencanaan semula.
1.    Keberhasilan Wirausaha
a.    Faktor-Faktor Pendukung Keberhasilan Wirausaha
Ada beberapa pendukung keberhasilan wirausaha, di antaranya :
1)   Faktor manusia.
2)   Faktor keuangan.
3)   Faktor organisasi.
4)   Faktor mengatur usaha.
5)   Faktor pemasaran.
b.    Langkah-Langkah untuk Menjadi Wirausahawan yang Sukses di antaranya :
1)   Ada visi dan tujuan yang jelas.
2)   Bersedia untuk mengambil risiko uang dan waktu.
3)   Terencana dan terorganisir.
4)   Kerja keras sesuai dengan tingkatan kepentingannya.
5)   Mengembangkan hubungan yang baik dengan karyawan, pelanggan, pemasok, dan lainnya.
6)   Hal-hal yang membuat usaha atau bisnis meraih kesuksesan.
Menurut W . Keith Schilit, ada 8 hal yang membuat usaha atau bisnis meraih kesuksesan atau keberhasilan, yaitu :
1)   Peluang pasar yang baik.
2)   Keunggulan persaingan.
3)   Kualitas barang/jasa.
4)   Inovasi yang berproses.
5)   Dasar budaya perusahaan.
6)   Menghargai pelanggan dan pegawai.
7)   Manajemen yang berkualitas.
8)   Dukungan modal yang kuat.
2.    Kegagalan Wirausaha
a.    Faktor-Faktor Penyebab Kegagalan Wirausaha
Seperti telah di kemukakan sebelumnya, bahwa keberhasilan atau kegagalan wirausaha sangat tergantung pada kemampuan pribadi wirausaha. Zimmerer mengemukakan beberapa faktor-faktor yang menyebabkan wirausahawan gagal dalam menjalankan usaha barunya, yaitu :
1)   Tidak kompeten dalam manajerial. Tidak kompeten atau tidak memiliki kemampuan dan pengetahuan mengelola usaha merupakan faktor penyebab utama yang membuat perusahaan kurang berhasil.
2)   Kurang berpengalaman baik dalam kemampuan teknik, kemampuan memvisualisasikan usaha, kemampuan mengoordinasikan, keterampilan mengelola sumber daya manusia, maupun kemampuan menginterasikan operasi perusahaan.
3)   Kurang dapat mengendalikan keuangan. Agar perusahaan dapat berhasil dengan baik faktor yang paling utama dalam keuangan adalah memelihara aliran kas. Mengatur pengeluaran dan penerimaan secara cermat. Kekeliruan dalam memelihara aliran kas akan menghambat operasional perusahaan dan mengakibatkan perusahaan tidak lancar.
4)   Gagal dalam perencanaan. Perencanaan merupakan titik awal dari suatu kegiatan, sekali gagal dalam perencanaan maka akan mengalami kesulitan dalam pelaksanaan.
5)   Lokasi yang kurang memadai. Lokasi usaha yang strategis merupakan faktor yang menentukan keberhasilan usaha. Lokasi yang tidak strategis dapat mengakibatkan perusahaan sukar beroperasi karena kurang efisien.
6)   Kurangnya pengawasan peralatan. Pengawasan erat kaitannya dengan efisiensi dan efektivitas. Kurang pengawasan dapat mengakibatkan penggunaan alat tidak efisien dan tidak efektif.
7)   Sikap yang kurang sungguh-sungguh dalam berusaha. Sikap yang setengah-setengah terhadap usaha akan mengakibatkan usaha yang di lakukan menjadi labil dan gagal. Dengan sikap setengah hati, kemungkinan gagal adalah besar.
8)   Ketidakmampuan dalam melakukan peralihan/transisi kewirausahaan. Wirausahawan yang kurang siap menghadapi dan melakukan perubahan, maka ia tidak ada jaminan untuk menjadi wirausahawan yang berhasil. Keberhasilan dalam berwirausaha hanya bisa di peroleh apabila berani mengadakan perubahan dan mampu membuat peralihan setiap waktu.
b.    Faktor-Faktor yang Membuat Seseorang Mundur dari Wirausaha
Selain faktor-faktor yang membuat kegagalan kewirausahaan, Zimmerer mengemukakan beberapa potensi yang membuat seseorang mundur dari kewirausahaan, yaitu :
1)   Pendapatan yang tidak menentu.
2)   Kerugian akibat hilangnya modal investasi.
3)   Perlu kerja keras dan waktu yang lama.
4)   Kualitas kehidupan yang tetap rendah meskipun usahanya mantap.
c.     Alasan Utama Kegagalan Usaha Baru
Alasan utama kegagalan usaha baru antara lain :
1)   Pengetahuan pasar yang tidak memadai.
2)    Kinerja produk yang salah.
3)   Usaha pemasaran dan penjualan yang tidak efektif.
4)   Adanya persaingan.
5)   Keusangan produk yang terlalu cepat.
6)   Waktu memulai usaha baru yang tidak tepat.

Sikap Kerja Prestatif
A.  MEMAHAMI PENTINGNYA KERJA PRESTATIF
1.    Pengertian Kerja Prestatif
Seorang wirausaha harus berbuat dan bekerja prestatif. Prestatif artinya seorang wirausaha selalu berambisi ingin maju (Ambition Drive). Ciri khusus perilaku kerja prestatif adalah ingin selalu maju di segala bidang.
Wirausaha yang kerjanya secara prestatif, memiliki kegemaran dan kegilaan pada pekerjaan usahanya atau bisnisnya. Di sini seorang wirausaha memiliki komitmen tinggi terhadap pekerjaannya atau tugasnya dan setiap saat pikirannya tidak lepas dari usahanya atau bisnisnya.
2.    Tujuan dan Manfaat Kerja Prestatif
a.    Tujuan Kerja Prestatif
Adapun tujuan menerapkan sikap dan perilaku kerja prestatif, yaitu:
1)             Menunjukkan perhatian atas keharmonisan dalam organisasi perusahaan.
2)             Menunjukkan pengertian dan kebutuhan, tujuan keinginan, dan ide-ide usaha.
3)             Meningkatkan komunikasi timbal balik yang baik dengan staf dan karyawan.
4)             Mendelegasikan kekuasaan dan tanggung jawab, serta mendorong inisiatif dan inovatif.
5)             Menciptakan suasana kerja sama dalam organisasi perusahaan.
6)             Meningkatkan keuntungan perusahaan.
7)             Meningkatkan efisiensi dalam bekerja.
8)             Meningkatkan motivasi dalam bekerja.
9)             Meningkatkan kreativitas dan inovatif.
10)         Mengembangkan ide-ide yang lebih produktif.
11)         Meningkatkan kesadaran tentang kemampuan dan kekuatan mengelola usahanya.
12)         Suatu dorongan kesadaran tentang kemampuan dan kekuatan mengelola usahanya.
b.    Manfaat Kerja Prestatif
1)             Meningkatkan kelancaran proses produksi, distribusi dan konsumsi.
2)             Meningkatkan sikap tanggap terhadap perubahan usahanya.
3)             Meningkatkan prestasi kerja lebih efektif dan efisien di dalam mengelola usahanya.
4)             Meningkatkan prestasi kerja lebih kreatif, inovatif dan fleksibel.
5)             Meningkatkan prestasi kerja secara maksimal di dalam usahanya.
6)             Meningkatkan kerja keras dan menemukan pemecahan masalah usahanya.
7)             Meningkatkan kerja dengan penuh perhatian dan tanggung jawab.
8)             Mendorong untuk mencapai keberhasilan di dalam usahanya.
9)             Meningkatkan produktivitas dalam organisasi perusahaan.
10)         Meningkatkan keunggulan memotivasi di dalam usahanya.
11)         Meningkatkan komitmen tinggi terhadap kerjanya.
B.  PERILAKU KERJA PRESTATIF
Jenis dan perilaku kerja prestatif yang harus diperhatikan oleh para wirausaha untuk mencapai keberhasilan di dalam mengelola usahanya atau bisnisnya antara lain meliputi hal-hal berikut ini:
1.    Kerja Ikhlas
Kerja ikhlas adalah bekerja dengan bersungguh-sungguh, dapat menghasilkan sesuatu yang baik dan dilandasi dengan hati yang tulus. Contoh: Seorang buruh tani yang bekerja dengan upah yang pas-pasan, namun tetap bekerja dengan baik melaksanakan pekerjaan dengan tulus dan semata-mata merupakan pengabdian kepada pekerjaannya yang menghasilkan uang untuk keperluan hidup keluarga.
2.    Kerja Mawas Terhadap Emosional
Kerja mawas terhadap emosional adalah bekerja dengan tidak terpengaruh oleh perasaan/kemarahan yang sedang melanda jiwanya. Seorang pemilik perusahaan, di rumah mempunyai masalah dengan keluarganya. Di perusahaannya, ada pegawainya yang melakukan kesalahan. Maka sebagai pemimpin atau pemilik usaha harus dapat membedakan masalah pribadi dengan masalah pekerjaan. Cara pemecahan masalahnya harus tetap rasional dan tidak emosional.
3.    Kerja Cerdas
Kerja cerdas adalah bahwa di dalam bekerja harus pandai memperhitungkan risiko, mampu melihat peluang dan dapat mencari solusi sehingga dapat mencapai keuntungan yang diharapkan.
Perilaku/sikap cerdas dalam melakukan pekerjaannya menggunakan teknologi yang tepat, menggunakan konsep hitung menghitung, memakai atau menggunakan bahasa global, pandai berkomunikasi dan pandai pula mengelola informasi.
4.    Kerja Keras
Kerja keras adalah dalam bekerja kita harus mempunyai sifat mampu kerja atau gila kerja untuk mencapai sasaran yang ingin dicapai. Mereka dapat memanfaatkan waktu yang optimal sehingga kadang-kadang tidak mengenal waktu, jarak serta kesulitan yang dihadapi. Dalam bekerja mereka penuh semangat dan berusaha keras untuk meraih hasil yang baik dan maksimal.
5.    Kerja Tuntas
Kerja tuntas adalah di dalam bekerja mampu mengorganisasikan bagian usaha secara terpadu dari awal sampai akhir untuk dapat menghasilkan usaha sampai selesai dengan maksimal.
C.  PRINSIP CARA KERJA PRESTATIF
1.    Prinsip Umum Cara Kerja Prestatif
Pada dasarnya penerapan kerja prestatif sulit digeneralisasikan, karena sifat masing-masing calon wirausaha berbeda-beda. Namun, Siverman (1970) telah membuat prinsip-prinsip cara kerja prestatif secara umum yang sangat berguna, antara lain sebagai berikut:
a.    Proses perilaku kerja prestatif bila diperkuat dengan respons yang benar.
b.    Terdapat banyak macam perilaku kerja prestatif yang kesemuanya memerlukan proses dan latihan.
c.    Proses perilaku kerja prestatif bila dimengerti dan kurang berhasil jika dilakukan dengan menghafal.
d.   Persepsi kerja prestatif ditentukan oleh seberapa baik dan seberapa banyak dapat diserap dan dapat dilaksanakan.
e.    Kondisi motivasional dapat mempengaruhi kerja prestatif, bila pemberian hadiah dapat memajukan peranan penting di dalam bekerja.
f.     Pelaksanaan dalam berbagai bidang usaha atau bisnis, akan mendorong terciptanya perilaku kerja prestatif.
2.    Ciri-ciri Prinsip Kerja Prestatif
Prinsip kerja prestatif sangat tergantung pada kategori sebagai berikut:
a.    Dilligence (Kerajinan, kerja keras)
b.    Dedication (Pengabdian)
c.    Integrity (Keutuhan, watak)
d.   Responsiblenness (Rasa tanggung jawab)
e.    Carefullnes (Kehati-hatian)
f.     Versality (Keserbabisaan)
g.    Innovativeness (Daya pembaharuan)
h.    Cooperativeness (Semangat kerja sama)
i.      Eageerness to learn besides skill fullness (Hasrat untuk belajar dan kemahiran)
D.  MENERAPKAN PERILAKU KERJA PRESTATIF
1.    Asas Pembelajaran Perilaku Kerja Prestatif
Empat azss pembelajaran yang dapat ditetapkan dalam perilaku belajar kerja prestatif di lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat, di antaranya sebagai berikut
a.    Belajar teori kerja prestatif yang diperlukan bagi profesi kewirausahaan.
b.    Studi khusus adalah perilaku belajar kerja prestatif dari kejadian di bidang usaha atau bisnis dalam bentuk seminar-seminar.
c.    Magang adalah penerapan perilaku belajar kerja prestatif melalui pembuatan sesuatu. Bila mungkin, pembuatan sesuatu yang diakui berstandar tinggi.
d.   Dimasukkannya motivation training ke dalam program pendidikan kewirausahaan secara kerja prestatif.
2.    Komponen Perilaku Kerja Prestatif
Agar dapat efektif dan efisien membelajarkan diri sehingga dapat berkembang secara dinamis penerapan kerja prestatif, maka harus ditanamkan pemikiran. Beberapa komponen perilaku belajar di lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat, yaitu sebagai berikut:
a.    Pengajaran Unit
Dari adanya pengajaran unit, akan diperoleh perilaku penerapan kerja prestatif, di antaranya:
1)   Kerja prestatif membuat perencanaan usaha tahu bisnis.
2)   Kerja prestatif mengembangkan diri pribadi.
3)   Kerja prestatif memecahkan suatu permasalahan dalam berwirausaha.
4)   Kerja prestatif dalam magang di berbagai perusahaan.
5)   Kerja prestatif secara ilmiah dalam berwirausaha.
6)   Kerja prestatif mengembangkan sikap mental berwirausaha.
7)   Kerja prestatif menjual dunia kerja, serta perkembangan lingkungannya.
b.    Bersikap Dinamis
Bersikap dinamis sangat penting untuk penerapan perilaku kerja prestatif yang tadinya pasif dan statis menjadi dinamis dan terbuka. Begitu pula dinamis terhadap inovasi, kreatif dan melatih kepekaan hidup melalui berwirausaha.
c.    Aktivitas Belajar Kerja Prestatif
Menerapkan perilaku kerja prestatif (selalu ingin maju) dalam kehidupan keseharian di lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat, sekarang banyak para siswa yang tertarik dan melirik ke profesi wirausaha yang cukup menjanjikan suatu keuntungan. Para siswa di sekolah menyatakan bahwa mereka sangat menyenangi kegiatan berwirausaha. Untuk mengantisipasi berwirausaha, mereka mempersiapkan bekal berupa faktor sikap mental dan menguasai beberapa keterampilan yang dapat menunjang. Makin banyak keterampilan yang dikuasai oleh para siswa, maka semakin banyak peluang terbuka untuk membuka lapangan berwirausaha.
3.    Falsafah Menerapkan Sikap Kerja Prestatif
Agar dapat efektif dan efisien membelajarkan diri sehingga dapat berkembang secara dinamis penerapan kerja prestatif, maka harus ditanamkan pemikiran beberapa komponen perilaku belajar di lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat, yaitu sebagai berikut:
a.    Untuk mencapai tujuan yang diinginkan dalam hidup, harus banyak belajar tentang dirinya sendiri.
b.    Kegagalan berwirausaha harus diterima sebagai pengalaman.
c.    Kekuatan berwirausaha datangnya dari tindakannya sendiri, bukan dari tindakan orang lain.
d.   Risiko kegagalan selalu ada, tetapi para wirausaha harus menerimanya dan tanggung jawab.
e.    Adanya keberhasilan berwirausaha setelah mengalami kegagalan
f.     Harta terbesar untuk mempertahankan kemampuan wirausaha ialah adanya sikap positif di dalam berwirausaha.
g.    Prestasi total berwirausaha, ditentukan oleh sikap dan tindakan wirausaha sendiri.
h.    Kejarlah tujuan-tujuan yang berhubungan dengan kemampuan dan keterampilan yang dimilikinya.
i.      Terimalah apa adanya dan kurangilah kelemahan-kelemahannya.
4.    Perencanaan Menerapkan Perilaku Kerja Prestatif
Perencanaan menerapkan perilaku prestatif sebagai berikut:
a.    Masa Inkubasi
Kalau sudah ada bisnis yang cocok, ide-ide itu dibiarkan mengendap dulu. Dalam hal ini, tidak langsung dibuatkan rencana agar ide-ide bisnis itu semakin matang. Perencanaan akan semakin matang dan mantap andaikata dikerjakan secara prestatif.
b.    Analisis Sumber Perencanaan
Bila dilakukan dengan baik mengenai analisis kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman, berarti telah mengandung bahan-bahan yang sangat penting untuk perencanaan penerapan perilaku prestatif di dalam bekerja.
c.    Sasaran, Realitas dan Menggairahkan
Selanjutnya sasaran perlu direnungkan, dibayangkan, dan diidamkan dengan sangat menarik, sehingga dapat menggairahkan niat wirausaha untuk menerapkan perilaku kerja prestatif. Pada umumnya terdapat dua macam kegiatan dalam merencanakan penerapan perilaku kerja prestatif, yaitu sebagai berikut:
1)   Kegiatan-kegiatan yang mencakup keahlian menggunakan waktu, tenaga kerja dan peralatan kerja.
2)   Kegiatan-kegiatan kerja yang mencakup aspek-aspek bisnis yang dianggap rutin. Hal ini meliputi menyiapkan laporan keuangan, memonitor, merevisi anggaran, mengelola arus produksi serta memasarkan produknya.
Penerapan perilaku kerja prestatif dalam kehidupan keseharian di lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat merupakan kebutuhan yang sangat penting dan sangat mendesak. Oleh karenanya diperlukan berbagai kebijaksanaan yang menyeluruh, seperti pendidikan, keterampilan, kegiatan kerja, kerja ikhlas, kerja mawas terhadap emosional, kerja cerdas dan kerja tuntas.
Para siswa di sekolah yang mempunyai keahlian merupakan calon wirausaha yang berperilaku kerja prestatif dan mempunyai pendidikan formal. Adapun keahlian pokok yang perlu dimiliki para siswa sebagai calon wirausaha, yaitu:
1)   Keahlian mengenai penerapan kerja prestatif.
2)   Keahlian mengenai risiko persaingan.
3)   Keahlian mengurus manajemen usaha.
4)   Keahlian menawarkan produk.
5)   Keahlian berinovatif dalam produk.

6)   Keahlian berkreatif dalam usaha.