Translate in your language

Sabtu, 04 Oktober 2014

Bahaya Aerosol di Laboratorium



Aerosol merupakan produk dari satu senyawa atau lebih yang menyebar dan membentuk partikel halus cairan dalam gas atau udara, misalnya dalam bentuk kabut. Partikel halus ini mengandung bahan berbahaya biologis atau kimia. Umumnya, bahaya aerosol ini berefek pada sistem respirasi.
Ada beberapa macam bahaya respirasi antara lain :
  • Bentuk biologis misalnya organisme seperti jamur, virus , bakteria, dan darah.
  • Bentuk aerosol yaitu tetesan cairan sangat kecil di udara yang mengandung bahan berbahaya biologis atau kimia.
  • Bentuk fumes/gasses yaitu uap yang berasal dari bahan kimia atau gas.
  • Bentuk serbuk yaitu kandungan utama dalam serbuk, biasanya bahan kimia, atau kandungan lainnya.
  • Bentuk partikel yaitu partikel ukuran kecil yang terbang di udara dan dapat dihirup, seperti asbestos fibers, animal dander, dan bahkan material (seperti- silica).
Suatu bahaya dikategorikan menjadi beberapa jenis tergantung dari level toksisitasnya (Occupational Exprosure Limit - OEL). Level bahayanya seperti ini :
  1. Low toxicity – OEL around 500 ug/m3
  2. Intermediate Toxicity – OEL of 10-500 ug/m3
  3. Potent – OEL of .03-10 ug/m3
  4. Highly Potent – OEL of .03 ug/m3 or below
Dari keempat level bahaya diatas dapat dikategorikan dengan karakteristik sebagai berikut :
Karakteristik Kategori 1
  • Dapat merugikan kesehatan
  • Berakibat kurang berbahaya pada kesehatan
  • Memiliki tanda bahaya yang baik (tercium atau iritasi)
  • Efek terkena paparannya dapat diobati dan tidak bersifat kronis
  • Dapat ditangani di luar bench
Karakteristik Kategori 2
  • Memiliki efek yang lebih berbahaya
  • Dapat menimbulkan efek dikemudian hari dan resiko sensitisasi
  • Biasanya dapat diobati dan tidak bersifat kronis
  • Kurang bisa dideteksi bahayanya
  • Mungkin diperlukan Containment, khususnya bagi material yang bersifat sensitisasi
Karakteristik Kategori 3
  • Menimbulkan efek yang berbahaya (often at exposure levels < 1ug/kg/day)
  • Strong sensitizer
  • Efek yang ditimbulkan tidak dapat diobati dan bersifat kronis
  • Tidak memiliki data toksikologi yang memadai
  • “Tidak diketahui” dan NCEs (New Chemical Entry) harus dinilai berpotensi berbahaya sampai ada hasil pembuktian tidak berbahaya
  • Dibutuhkan Containment dan pencegahan pemaparan
Karakteristik Kategori 4
  • Dapat menimbulkan efek yang paling berbahaya
  • Tidak diketahui tanda bahaya dan simptomatis
  • Efek yang ditimbulkan kuat dan bersifat kronis; membutuhkan penanganan medis secepatnya
  • Mungkin tidak dapat diobati
  • Bersifat –genic (carcinogenic, mutagenic, or teratogenic)
  • Dibutuhkan High level of containment
Bagi Anda yang mempunyai kepentingan dengan laboratorium, baik sebagai analis, teknisi, peneliti ataupun terlebih lagi sebagai pengelola laboratorium, perlu diperhatikan beberapa hal mengenai kondisi ruang laboratorium.
Beberapa strategi containment untuk mengatasi bahaya di laboratorium antara lain :
  1. Tekanan udara di dalam ruang lab harus negatif dibandingkan dengan sekitarnya, perlu diperhatikan agar udara mengalir satu arah.
  2. Lengkapi dengan room airlocks atau anteroom.
  3. Pergantian udara per jam mencapai 12-15 bidang pergantian.
  4. Lengkapi dengan Independent HVAC system.
  5. Berikan pelatihan tentang Good Lab Practices dan process SOPs.
  6. Lengkapi dengan localized ventilation dan containment devices.
Ada baiknya anda ketahui bahwa Localized Ventilation danContainment Devices terdapat pada :
  • Chemical Fume Hoods
  • Local Exhaust Drops (point-extraction)
  • Ventilated Storage Cabinets
  • Bio-Safety Cabinets
  • Isolators/Glove boxes
  • Vented Containment Enclosures
Sedangkan Vented Containment Enclosures :
  • Vented Workstation – provides a vented containment work-area for general use
  • Vented Balance Enclosure – designed for weighing of compounds, provides containment AND allows for balance stability
  • Robotics Enclosure – designed for specific pieces of lab automation, provides containment and meets access and service requirements
  • Bulk Powder Enclosures – designed for handling and sampling of large drums/carboys of potent compounds
  • Custom Enclosures – designed for specific pieces of lab equipment, provides containment and meets access and service requirements
Contoh munculnya aerosol antara lain dari :
Withdrawing Needle from Septum Cap




Vortex Mixing


Blender Lid Open After Stop




Blowing Out the Last Drop




Unscrewing Bottle Cap


AEROSOLS FROM LAB EQUIPMENT
(1010/ml culture – 10 min. use)

Helpful tips
  • Jangan tempatkan Vented containment devices dekat dengan jalan ke pintu, tempat lalu lalang orang, at right angles to each other, dibawah supply udara, atau langsung bersebrangan dengan lainnya (jarak minimum 10’).
  • Gunakan Good Lab Practices karena sistem yang terbaikpun akan gagal oleh praktik yang buruk.
  • Pastikan semua regulasi dipatuhi.
Faktor-faktor yang mempengaruhi ketahanan organisme pada aerosol antara lain :
  • Faktor lingkungan seperti temperatur dan kelembaban.
  • Suspending Medium seperti  pH, specific gravity, constituents, e.g., protein.
  • Surface ( Porous vs. non-porous ).
Faktor-faktor yang mempengaruhi karakter aerosol :
  • Energy Input 
    Low – Large particles
    High – Small particles
  • Infectious Units/Particle – organisms/unit, volume of original suspension
  • Persistence-particle size
Prosedur penanganan kecelakaan tumpahan bahan biologis di luar microbiological safety cabinet :
  • Segera tinggalkan ruangan, lepaskan seragam kerja dan alat pelindung diri yang telah terkontaminasi dengan tumpahan. Matikan gas supply ketika meninggalkan ruangan.
  • Kunci pintu dan perlakukan laboratorium pada katagori 3 dan tempelkan tanda bahaya pada pintu masuk.
  • Informasikan pada pejabat laboratorium atau penanggung jawab utama dan diskusikan tindakan selanjutnya.
Ringkasan :
  1. Aerosol dihasilkan dari pekerjaan di laboratorium.
  2. Aerosol dapat menyebar melalui gedung dan berdampak pada banyak orang.
  3. Kontaminasi banyak terdapat pada area kerja dan tangan pekerja.
Pustaka :
  1. Laboratory Biosafety Manual, WHO/CDS/CSR/LYO/2003.4
  2. Biosafety in Microbiological and Biomedical Laboratories, 5th Edition, 2007, CDC (Centers for Disease Control and Prevention) – USA and NIH (National Institute of Health) – USA.
  3. Containment Issues in Today’s Laboratories, Flow Siences Inc.
  4. Modul 3, Aerosol Hazards in the Laboratory, US Department of Health and Human Services. Public Health Service & WHO
  5. Bacteriology Laboratory, MM15App : Category 3 Laboratory, Issue 2.1, 2006, Microbiology Department Methods Manual

Bahan Tekstil: Tips Memilih Bahan Tekstil yang Tepat



Memilih kain tekstil untuk dibuat menjadi pakaian adalah hal yang sudah biasa dilakukan. Hanya saja, kini banyak hal yang harus anda perhatikan karena tidak semua bahan tekstil memiliki kualitas yang sama. Di tambah lagi, kelakuan nakal para pedagang yang menawarkan bahan tekstil kualitas rendah dengan harga yang tinggi patut diwaspadai. Jika anda tidak ingin tertipu dengan kelakuan pedagang yang nakal seperti itu, simak beberapa tips berikut yang mampu mempermudah anda dalam memilih kain tekstil yang akan anda beli.
1. Satu hal yang perlu anda perhatikan adalah mengenai bahan serat tekstil. Serat yang digunakan dalam bahan tekstil dapat dibedakan menjadi dua, yaitu serat tekstil alami atau buatan. Serat tekstil yang terbuat dari serat alami biasanya lebih mahal dan juga akan memiliki kualitas yang lebih tinggi karena jauh lebih nyaman jika dikenakan. Banyak orang yang berpendapat bahwa serat yang alami akan lebih sejauh dikenakan dari pada serat tekstil yang buatan.
2. Selanjutnya, anda perlu mempertimbangkan kain tekstil yang akan anda beli dengan kegunaannya. Dalam hal ini, anda tidak peerlu membeli kain bahan tekstil yang mahal jika hanya untuk keperluan rumah tangga atau pakaian sehari – hari. Jika anda akan membeli kain tekstil untuk keperluan resmi sperti untuk membuat gaun pesta, kebaya, atau seragam kantor, sebaiknya anda memilih kain yang memiliki kualitas tinggi. Sesuaikan juga dengan keperluan anda, seperti keperluan untuk pakaian anak, pakaian rumah tangga, atau pakaian untuk lenen. Untuk pakaian anak, anda sebaiknya memilih kain tekstil yang memiliki bahan yang tergolong kuat. Selain itu, bahan yang tidak menghantarkan panas juga bisa menjadi pilihan yang tepat.
3. Anda sebaiknya memiliki langganan toko kain tekstil yang sudah anda miliki sejak lama. Memiliki toko langganan penting karena anda bisa memilih kain yang berkualitas dan yang tidak. Selain itu, jika anda akrab dengan pemilik toko atau karyawannya, anda akan lebih mudah dan juga justru memiliki akses untuk memilih lebih bebas kain mana yang berkualitas dan kain mana yang tidak berkualitas. Ditambah lagi, anda akan terhindar dari kelakuan nakal pedagang yang menjaul kain kualitas rendah dengan harga tinggi.
4. Kenali beberapa bahan tekstil, seperti bahan serat dan juga bahan – bahan kain untuk membuat tekstil. Serat – serat yang dimiliki kain tekstil memiliki sifat yang berbeda – beda. Ada yang mampu menghisap air atau keringat, ada yang bersifat kuat, tahan lama tahan ngentat, ada juga yang bersifat elastis, memiliki warna yang berkilau, dan juga ada kain tekstil yang warna cepat pudar atau luntur. Anda perlu memperhatikan beberapa sifat tekstil tersebut dan menyesuaikan dengan kebutuhan anda.